JAKARTA — Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin, secara resmi membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Perempuan Bangsa bertema “Arah Baru: Penguatan Peran Politik Perempuan Indonesia”.
Rangkaian agenda strategis tersebut juga diwarnai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan bagi 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa se-Indonesia untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam arahannya, Rustini menegaskan bahwa Muspimnas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk menyusun arah baru perjuangan politik perempuan Indonesia agar semakin relevan dengan tantangan zaman.
“Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Perempuan harus hadir sebagai pembawa nilai-nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kasih sayang dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Rustini menekankan bahwa kehadiran perempuan di ruang politik bukan untuk menggantikan laki-laki, melainkan menjadi mitra sejajar dalam membangun Indonesia.
Garis Bawahi Peran Ganda dan Ketahanan Keluarga
Menurut Rustini, kaum perempuan dikaruniai keistimewaan berupa keandalan dalam mengemban beragam amanah secara simultan.
Selain bertindak selaku pendidik utama di ranah domestik serta perekat keluarga, perempuan terbukti tangguh menjadi penggerak di sektor sosial, ekonomi, organisasi, hingga panggung politik.
“Di ruang domestik, perempuan menjaga nilai, akhlak, dan ketahanan keluarga. Di ruang publik, perempuan mengelola organisasi, membangun jaringan, menggerakkan logistik kegiatan, mengatur strategi, dan memastikan roda perjuangan terus berjalan,” katanya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Rustini menggarisbawahi agar dikotomi tradisional antara ranah keluarga dan pengabdian sosial tidak lagi dipersoalkan.
“Dengan dukungan keluarga dan manajemen yang baik, perempuan mampu menjalankan keduanya secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh kader untuk memancarkan teladan positif, tidak saja bagi lingkungan rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak serta kontribusi riil di tengah masyarakat luas.
Menurutnya, akselerasi kemajuan kaum perempuan berkelindan erat dengan kemajuan suatu bangsa secara menyeluruh.
“Ketika perempuan maju, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi kokoh. Ketika masyarakat kokoh, Indonesia akan semakin maju,” katanya.
Melalui ajang Muspimnas ini, ia menaruh harapan besar agar lahir berbagai formula rumusan serta keputusan visioner guna menjawab tantangan zaman.
Ia memproyeksikan Perempuan Bangsa sebagai wadah perjuangan inklusif yang melahirkan deretan pemimpin perempuan yang berintegritas, amanah, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Ubah Keraguan Menjadi Energi
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, menyerukan pesan optimistis kepada seluruh jajaran kader di tanah air.
Sosok yang akrab disapa Ninik ini meminta agar beragam nada sumbang dan pandangan sebelah mata terhadap kiprah organisasi disikapi sebagai bahan bakar motivasi.
“Di luar sana masih banyak yang meragukan kita. Hari ini saya tegaskan, Perempuan Bangsa jangan pernah lagi berkecil hati. Jadikan keraguan itu sebagai lecutan semangat agar kita semakin tumbuh dan semakin besar,” tegas perempuan yang akrab disapa Ninik tersebut.