BERLIN — Konstelasi politik di Jerman menunjukkan pergeseran peta dukungan yang signifikan. Partai sayap kanan Alternative für Deutschland (AfD) dilaporkan berhasil mengungguli blok konservatif Christian Democratic Union dan Christian Social Union (CDU/CSU) yang dipimpin oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz dengan selisih delapan poin persentase.
Kenaikan elektabilitas partai sayap kanan tersebut tercermin dari hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga jajak pendapat Insa untuk surat kabar Bild pekan ini.
Popularitas partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) unggul delapan poin persentase atas blok Christian Democratic Union dan Christian Social Union (CDU/CSU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz di kalangan warga Jerman, ungkap hasil jajak pendapat Insa yang dilakukan untuk surat kabar Bild minggu ini.
Merujuk pada data pengumpulan pendapat yang berlangsung pada 13-17 Juli tersebut, jika pemilihan umum federal digelar pada akhir pekan ini, sebanyak 29 persen responden memantapkan pilihan kepada AfD. Sementara itu, blok CDU/CSU yang mengusung kanselir petahana hanya mampu mengamankan dukungan sebesar 21 persen.
Di sisi lain, penurunan performa elektoral juga membayangi partai utama dalam gerbong pemerintahan koalisi saat ini. Hanya 13 persen dari 1.201 responden yang akan memilih Partai Sosial Demokrat (SPD), yang merupakan bagian dari pemerintahan koalisi.
Kebuntuan Koalisi Parlemen dan Ketidakpuasan Publik
Konfigurasi perolehan suara dari jajak pendapat tersebut memicu potensi kebuntuan politik di parlemen Jerman. Pasalnya, gabungan kekuatan tradisional antara CDU/CSU dan SPD diproyeksikan tidak akan mencapai kursi mayoritas mutlak di parlemen tanpa merangkul Partai Greens (Partai Hijau), yang dalam survei ini juga mengantongi 13 persen dukungan suara.
Secara matematis, opsi koalisi alternatif yang memenuhi ambang batas mayoritas sebenarnya bisa terwujud lewat kongsi antara AfD dan CDU/CSU. Namun, skenario politik tersebut tampaknya sulit terealisasi mengingat rekam jejak Merz yang secara konsisten menutup pintu negosiasi dengan kelompok sayap kanan.
Tantangan bagi pemerintahan Jerman saat ini kian diperparah oleh merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional.
Sebuah studi terpisah yang dirilis oleh lembaga sosiologi Forsa pada awal pekan ini menemukan bahwa 85 persen warga Jerman menilai kinerja Merz sebagai kanselir secara negatif, sementara 82 persen menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja kabinetnya.
Sumber: ANTARA