Seskab Ungkap Pemerintah Masih Godok Usulan Pemotongan Gaji Menteri

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir, Senin (13/10/2025). (Dok Sekretariat Kabinet.)

JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan wacana pemotongan gaji menteri masih akan dibahas dalam rapat yang digelar beberapa hari mendatang.

Teddy menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, seraya menyampaikan bahwa berbagai konsep terkait wacana tersebut masih akan didiskusikan lebih lanjut.

“Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini,” ucap Seskab Teddy.

Dia menegaskan belum ada keputusan apa pun mengenai rencana pemotongan gaji menteri tersebut.

“Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun,” kata Teddy.

Teddy kemudian menyarankan agar wartawan bertanya langsung kepada pihak yang pertama kali mengemukakan wacana tersebut.

“Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?” kata Teddy.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak mempermasalahkan wacana pemotongan gaji menteri. Namun, ia masih menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).

Dalam kesempatan itu, Purbaya memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri berkisar 25 persen.

“Kayaknya 25 persen deh,” ujar dia.

Di kesempatan berbeda, Purbaya menyatakan pihaknya akan menetapkan persentase pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga secara langsung sebagai langkah efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang bisa ditunda sementara waktu. Fokus efisiensi diarahkan pada program-program yang tidak memberikan dampak signifikan atau memiliki akselerasi lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain efisiensi pada tingkat program, wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri juga muncul sebagai bagian dari penghematan anggaran negara. Purbaya menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut sebagai langkah solidaritas pejabat negara dalam penghematan belanja.

“Setuju. Oh itu bagus. Kalau itu bagus,” ucap Menkeu menanggapi pertanyaan mengenai rencana pemotongan gaji pejabat setingkat menteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *