JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia tengah mematangkan rencana untuk meluncurkan program pembagian telepon seluler (ponsel) gratis yang terintegrasi dengan rekening koran digital bagi masyarakat.

Langkah terobosan ini disiapkan guna merombak sistem penyaluran bantuan sosial agar lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Utusan Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa fasilitas ini akan mempermudah akses keuangan warga sekaligus mempercepat distribusi dana dari pemerintah pusat langsung ke tangan penerima.

“Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi dengan rekening digital,” ujar Hashim pada Selasa (13/10/2026).

Melalui skema baru ini, mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan bertransformasi sepenuhnya ke ranah digital. Hashim menegaskan bahwa keluarga penerima manfaat kelak tidak akan lagi menerima bantuan dalam wujud uang fisik, melainkan melalui transfer langsung ke perangkat seluler mereka.

“Terkait penyaluran bantuan tunai—mengingat Indonesia memiliki program bantuan tunai dan program sosial di mana pemerintah selama bertahun-tahun telah memberikan dana tunai kepada keluarga kurang mampu-seluruh bantuan tersebut tidak lagi akan disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik. Sebaliknya, dana akan dikirimkan langsung oleh Pak Yuda dan Kementerian Keuangan ke ponsel masing-masing penerima,” ujar Hashim.

Saldo Awal Rp 50 Ribu untuk Usia 17 Tahun

Di samping pembagian ponsel, pemerintah juga membidik kelompok pemuda melalui program pembukaan rekening gratis khusus bagi masyarakat yang telah menginjak usia 17 tahun.

Menariknya, rekening perdana tersebut nantinya akan langsung dibekali dengan suntikan saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Untuk merealisasikan agenda perluasan inklusi keuangan yang ditargetkan mulai bergulir tahun depan, pemerintah dikabarkan telah menyiapkan alokasi anggaran mencapai Rp 3,8 triliun.

Lebih jauh, inisiatif ini tidak akan berhenti sekadar pada pembukaan rekening dan pemberian gawai. Pemerintah saat ini juga tengah menggodok program aktivasi edukasi keuangan.

Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat agar proaktif menggunakan rekening tersebut untuk bertransaksi, sehingga dana bantuan maupun saldo awal tidak hanya diam dan berujung menjadi dana mengendap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *