JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti Partai Gema Bangsa yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru pada beberapa hari lalu.
Diketahui, partai berwarna biru ini juga langsung memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilu 2029.
Hensa, sapaan akrabnya, menilai dukungan tersebut terlalu dini dan terkesan blak-blakan melirik coattail effect dari Prabowo.
“Memang Prabowo orang hebat, tapi kalau membentuk partai baru dan tiba-tiba nebeng keteneran Prabowo, kenapa enggak bikin fans club saja?,” ujar Hensa kepada wartawan.
Menurutnya, kehadiran partai politik baru seharusnya bisa menambah warna dan pilihan politik baru untuk masyarakat.
Namun, ia melihat partai yang dikomandoi Ahmad Rofiq ini justru seperti menjadikan mereka hanya sebagas komoditas elektoral demi posisi.
“Seharusnya partai baru itu bisa menghadirkan sesuatu yang fresh atau mungkin berbeda untuk masyarakat, buat apa membentuk partai baru namun tidak bisa menghadirkan hal yang berbeda dibandingkan partai-partai yang sudah ada sekarang,” kata Hensa.
Hensa pun melihat, pembentukan partai baru harusnya menjadi cermin koreksi terhadap partai politik lama.
Sehingga, selain mengakomodir kepentingan parpol itu sendiri, mereka juga bisa menjadi perwakilan dari masyarakat yang belum terwakilkan.
“Jika begini caranya, mungkin secara kepentingan elite politik terpenuhi, tapi masyarakat tidak melihat ada sesuatu yang baru dan ini justru masalahnya,” ujar Hensa.
Oleh karena itu, Hensa berpendapat partai politik baru seharusnya bisa tampil sebagai kontestan yang menjadi pembeda, tidak sekedar penumpang baru dalam rombongan lama demi posisi belaka.
“Publik juga harus menyikapi secara tegas, jika melihat fenomena seperti mereka layak mempertanyakan intensi sebenarnya dari pembentukan parpol ini apa,” pungkas Hensa.