JAKARTA – Aktris Aulia Sarah menampilkan transformasi akting yang mencengangkan dalam film horor terbaru Sengkolo Petaka Satu Suro. Ia memerankan Bidan Rahayu, seorang perempuan yang dihormati di desanya dengan kehidupan keluarga yang tampak harmonis.

Berbeda dari film horor konvensional, Sengkolo Petaka Satu Suro menyuguhkan narasi yang kaya akan unsur drama emosional. Inilah yang membuat Aulia Sarah tertarik bergabung dalam proyek ini.

“Ceritanya berat. Filmnya horor, tapi dramanya sangat kuat. Aku pribadi suka banget drama, dan ini bisa dibilang film horor yang dibalut drama yang emosional. Aku belum pernah main di genre seperti ini sebelumnya,” ujar Aulia saat ditemui di Jakarta baru-baru ini.

Salah satu tantangan terbesar bagi Aulia adalah memerankan adegan kesurupan, meskipun karakternya merupakan manusia biasa.

“Ini hal baru buat aku untuk eksplor. Seumur hidup belum pernah kesurupan, jadi di film ini aku ngerasain ala-ala kesurupan,” katanya.

Adegan-adegan emosional juga meninggalkan kesan mendalam. Khususnya momen kehilangan yang membuat Aulia sulit lepas dari peran.

“Banyak scene berat, tapi ada satu momen yang nggak bisa aku lupain, yaitu momen kehilangan. Bahkan setelah sutradara bilang cut, aku masih sedih. Biasanya kalau sudah cut ya sudah, tapi di film ini sedihnya nggak hilang,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, film ini sarat dengan pesan kehidupan, terutama soal keikhlasan dan juga mencintai seseorang dan batas-batasnya.

“Sebagai manusia, kita nggak bisa mencintai secara berlebihan. Karena kalau kehilangan, sakitnya luar biasa. Kita harus belajar ikhlas, supaya nggak terlalu tenggelam dalam kesedihan,” jelasnya.

Selain aspek emosional, tantangan teknis juga tak kalah berat. Salah satunya adegan mengendarai sepeda motor yang membuat Aulia deg-degan.

“Scene tersulit itu waktu Rahayu naik motor, karena aslinya aku nggak bisa naik motor sama sekali. Aku belajar spontan di lokasi cuma satu jam. Setiap adegan naik motor deg-degan parah, demam panggung,” ceritanya sambil tertawa.

Meski mengaku bukan orang yang mudah takut, atmosfer lokasi syuting tetap memberikan sensasi tersendiri.

“Setiap mau ambil adegan horor pasti ada deg-degannya, karena suasananya sangat mendukung. Lokasinya sepi banget, jadi takut aja ada yang ‘ngikut’,” tutup Aulia.

Dengan Sengkolo Petaka Satu Suro, Aulia Sarah tidak hanya menyajikan elemen teror, melainkan juga potret mendalam tentang kehilangan, cinta berlebih, dan pentingnya keikhlasan dalam balutan kisah horor yang penuh nuansa emosional.

Film ini diproduksi oleh PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP), perusahaan perfilman yang didirikan Raam Punjabi dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri hiburan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *