JAKARTA — Pemerintah Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait kelanjutan putaran perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

Keputusan ini akan diambil setelah kunjungan delegasi tingkat tinggi dari Pakistan ke Teheran tuntas dilakukan.

Mengutip laporan kantor berita Iran Tasnim, kehadiran delegasi Pakistan ini merupakan bagian dari upaya mediasi untuk mencairkan ketegangan antara Teheran dan Washington.

Pihak militer Pakistan mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Asim Munir, telah tiba di ibu kota Iran pada Rabu (15/4/2026).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa situasi di kawasan, khususnya gencatan senjata di Lebanon, akan menjadi sinyal positif bagi Iran untuk mengadakan putaran perundingan baru dengan AS.

Namun, Teheran memberikan syarat bahwa pihak Washington harus mematuhi “kerangka negosiasi yang wajar.”

Negosiasi di Islamabad Berakhir Tanpa Hasil

Hubungan diplomatik kedua negara sebelumnya sempat menunjukkan titik terang pada Sabtu (11/4/2026).

Saat itu, Iran dan AS memulai perundingan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, harapan akan adanya terobosan cepat tersebut sempat meredup pada Ahad (12/4/2026). Wakil Presiden AS J.D. Vance, yang memimpin delegasi perundingan Washington, mengumumkan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi berlangsung.

Kekecewaan tersebut berujung pada keputusan delegasi AS untuk segera bertolak kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan formal.

Peran Mediasi Pakistan

Kunjungan Jenderal Asim Munir ke Teheran saat ini dipandang sebagai upaya krusial untuk menyambung kembali komunikasi yang sempat terputus di Islamabad.

Sebagai mediator, Pakistan memegang peranan penting dalam merumuskan kesepahaman baru yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

Kini, perhatian internasional tertuju pada Teheran. Keputusan Iran untuk kembali ke meja perundingan akan sangat bergantung pada hasil diskusi dengan utusan Pakistan serta komitmen Amerika Serikat dalam mengikuti koridor negosiasi yang telah ditetapkan.

Jika proses ini berhasil, stabilitas di kawasan Timur Tengah diharapkan dapat terjaga melalui dialog diplomatik yang berkelanjutan.

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *