JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke Asia Timur dengan bertolak menuju Jepang, Minggu (29/3).

Lawatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang.

Berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.35 WIB.

Keberangkatan Presiden dilepas langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Agenda State Call dan Pertemuan Bilateral

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai rangkaian agenda yang akan dijalani Presiden selama berada di Negeri Sakura.

Salah satu agenda utama adalah pertemuan kehormatan dengan pucuk pimpinan kekaisaran Jepang.

“Salah satunya adalah Presiden Prabowo akan melakukan state call kepada Kaisar Jepang Naruhito,” ujar Seskab Teddy.

Selain bertemu Kaisar, Presiden Prabowo juga diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang akan berlangsung di Akasaka Palace, Tokyo.

Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

“Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” jelas Seskab Teddy lebih lanjut mengenai fokus pembicaraan kedua kepala pemerintahan tersebut.

Diplomasi Aktif di Kawasan

Kunjungan ke Jepang ini merupakan bagian dari misi diplomasi yang lebih luas di kawasan Asia Timur. Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Tokyo, Kepala Negara dijadwalkan terbang menuju negara tetangga Jepang untuk agenda serupa.

“Usai menyelesaikan rangkaian kunjungan di Jepang, Presiden Prabowo dan rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Republik Korea untuk melaksanakan kunjungan berikutnya,” ungkap Seskab Teddy.

Rangkaian lawatan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur.

Dalam penerbangan kali ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat teras, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *