Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) telah mengguncang peta kekuatan politik serta militer Iran secara mendalam. Operasi skala besar itu tidak hanya menghantam fasilitas nuklir, melainkan juga melumpuhkan jajaran pimpinan tertinggi Republik Islam.

Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Khamenei bukan satu-satunya tokoh sentral yang menjadi korban.

Presiden Masoud Pezeshkian menyebut peristiwa ini sebagai “cobaan terbesar dunia Islam”. Berbagai pejabat tinggi militer dan politik Iran dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, menciptakan kekosongan kekuasaan yang belum pernah terjadi sepanjang 47 tahun berdirinya Republik Islam.

Berikut daftar pejabat tinggi Iran yang terkonfirmasi tewas:

  • Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran)
    Wafat di usia 86 tahun, Khamenei telah memimpin Iran sejak 1989. Serangan itu juga menewaskan anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucunya. Kematiannya menandai akhir era kepemimpinan teokrasi terlama di Iran modern.
  • Mahmoud Ahmadinejad (Mantan Presiden Iran)
    Mantan presiden periode 2005–2013 ini tewas setelah serangan udara menghantam kediamannya di Narnak, timur laut Teheran. Ahmadinejad dikenal sebagai simbol perlawanan Iran terhadap Barat dan sering menyuarakan penghapusan Israel dari peta dunia.
  • Ali Shamkhani (Sekretaris Dewan Pertahanan)
    Penasihat kepercayaan Khamenei sekaligus arsitek kebijakan keamanan nasional. Ia memiliki pengalaman panjang sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional (2013–2023) dan tokoh kunci dalam negosiasi nuklir Iran.
  • Abdolrahim Mousavi (Kepala Staf Angkatan Bersenjata)
    Otak di balik pengembangan sistem drone dan rudal balistik Iran. Ia baru menjabat posisi itu tahun lalu, pascakonflik Juni 2025, dan sebelumnya dijatuhi sanksi AS serta Uni Eropa atas tuduhan pelanggaran HAM.
  • Mohammad Pakpour (Panglima Tertinggi IRGC)
    Kematiannya menjadi pukulan berat bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sebagai veteran perang Iran-Irak, Pakpour baru diangkat Juni 2025 dan memiliki pengaruh besar dalam memobilisasi pasukan elit Iran di kawasan.
  • Aziz Nasirzadeh (Menteri Pertahanan)
    Menjabat di bawah pemerintahan Pezeshkian. Sebelum tewas, ia paling vokal memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di Timur Tengah berada dalam jangkauan rudal Iran jika Teheran diserang.

Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh strategis lainnya di bidang operasional dan teknologi nuklir, seperti Mohammad Shirazi (Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi sejak 1989), Hossein Jabal Amelian (Kepala SPND), Reza Mozaffari-Nia (mantan kepala SPND), serta Salah Asadi (perwira senior Staf Umum).

Kehilangan rantai komando militer—termasuk menteri pertahanan, panglima IRGC, dan kepala staf angkatan bersenjata—menempatkan Iran dalam kondisi darurat. Kekosongan kekuasaan ini berpotensi memicu instabilitas lebih lanjut di tengah pembalasan rudal Teheran yang telah membuat kawasan Timur Tengah semakin panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *