Sudirman Said Ungkap 4 Karakter Penting yang Harus Dimiliki Pemimpin Indonesia

Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said dalam diskusi publik Lembaga Survei KedaiKOPI "Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” pada Minggu (11/1/2026). (Dok. Rujakpolitik.com)

JAKARTA – Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menekankan pentingnya empat karakter universal yang harus dimiliki pemimpin ideal Indonesia, yakni jujur dan berintegritas, kompeten secara intelektual, manajerial, dan moral, inspiratif, serta visioner. Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” yang digelar Minggu (11/1/2026).

Diskusi ini bertujuan menggali gambaran tentang kriteria kepemimpinan yang diharapkan publik dari beragam perspektif dan disiplin ilmu, sekaligus menjawab bagaimana harapan masyarakat dapat sejalan dengan tantangan tata negara, sosial-politik, dan ekonomi di masa depan.

Sudirman menjelaskan, empat karakter universal yang ia maksud berasal dari buku klasik Leadership Challenges (1987) karya James M. Kouzes dan Barry Z. Posner, yang terus diperbarui hingga edisi 2023.

Buku itu didasarkan pada riset terhadap ratusan eksekutif dunia dari berbagai bidang, dan hasilnya menunjukkan bahwa kejujuran dan integritas selalu menjadi karakter teratas yang diharapkan publik dari seorang pemimpin.

Diskusi KedaiKOPI dibuka oleh pendirinya, Hendri Satrio, yang memaparkan hasil survei terbaru mengenai persepsi masyarakat terhadap sosok pemimpin ideal.

“Survei KedaiKOPI kali ini semakin mengonfirmasi prinsip-prinsip universal tentang kepemimpinan yang baik dan digandrungi rakyat,” kata Sudirman.

Ia kemudian menyinggung sejarah berbagai peradaban besar dunia, mulai dari Tiongkok, Romawi, Ottoman, hingga Mataram dan VOC, yang menurutnya selalu ditentukan oleh kualitas kepemimpinan.

Sudirman menyebut empat faktor yang menjaga kejayaan suatu bangsa adalah pemimpin yang adil, hukum yang tegak tanpa pandang bulu, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta partisipasi rakyat dalam mengawasi kekuasaan.

“Sebaliknya, ketika kekuasaan dipegang pemimpin yang lalim dan tidak mau mendengar, hukum menjadi alat kekuasaan, korupsi merajalela, dan rakyat kehilangan suara,” ujarnya.

Ia menegaskan, keruntuhan peradaban bukan karena serangan dari luar, melainkan karena sistem yang lemah dan tidak mampu menyangga keadilan.

Menurut Sudirman, kondisi tersebut kini mulai terlihat di Indonesia. Ia menyoroti proses rekrutmen kepemimpinan yang sudah demokratis secara prosedural, tetapi masih didera oleh nepotisme dan sistem yang mengabaikan meritokrasi.

“Orang dipilih bukan karena kapasitas, tapi karena dia anak siapa, keponakan siapa, atau karena kemampuan membayar. Integritas diabaikan, kompetensi disingkirkan,” ujarnya.

Sudirman menilai kecenderungan itu mengancam daya tahan bangsa dalam jangka panjang.

“Resiliensi bangsa ini sedang dirapuhkan jika tidak ada tindakan koreksi yang serius,” katanya.

Namun, ia tetap menaruh optimisme bahwa Indonesia masih memiliki kesempatan besar untuk tampil sebagai bangsa yang tak terbendung, selama dipimpin oleh sosok berintegritas dan visioner.

“Kalau pemimpinnya punya empat karakter universal tadi, negeri ini akan unstoppable dalam kemajuan. Tapi kalau sebaliknya, ia akan unstoppable dalam keambrukannya,” ujarnya.

Sebagai penutup, Sudirman menyerukan agar generasi muda bersiap mengambil peran penting dalam perubahan kepemimpinan.

“Bersiap dalam artian membangun jembatan, bukan meruntuhkan; berserikat, bukan terpecah; mengasah ide, bukan sekadar jadi pendengung; dan menjadi tangguh, bukan takut,” pesan Sudirman.

Diskusi yang dimoderatori oleh Tatang Guritno itu turut dihadiri pakar hukum tata negara Feri Amsari, peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro, dan ekonom Talitha Chairunissa. Sudirman juga memberikan masukan agar ke depan survei serupa memperluas respondennya ke kalangan profesional dan pakar, agar pesan yang dihasilkan mampu mendidik dan mencerahkan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *