JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantoro menanggapi isu pengadaan mobil pickup dari India untuk mendukung program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Dalam YouTube Hendri Satrio Official, Ferry menyatakan bahwa pemerintah akan membahas lebih lanjut soal impor pickup tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto kembali dari kunjungan luar negeri.

“Saya rasa ini juga memang setelah kita mendengarkan aspirasi dari industri otomotif nasional dari Kadin, dari Kementerian Perindustrian juga, dari Serikat Buruh juga, jadi memang nanti ada baiknya karena memang kemarin kebetulan Pak Sufmi Dasco sebagai pimpinan DPR menyampaikan pendapatnya bahwa ini harus ditunda sambil menunggu presiden pulang kemudian kita bicarakan,” kata Ferry dalam tayangan podcast tersebut.

Menurut Ferry, PT Agrinas Pangan Nusantara sebelumnya telah berkoordinasi dengan industri otomotif dalam negeri terkait kesiapan penyediaan mobil pickup.

Namun, PT Agrinas menyampaikan kepada Ferry bahwa industri lokal belum mampu memenuhi jumlah unit yang dibutuhkan untuk program Kopdes Merah Putih sehingga mencari opsi ke India.

“PT Agrinas sebenarnya sudah membicarakan ini dengan pihak industri otomotif nasional, tetapi diketahui bahwa kesiapan dari beberapa merek, saya tidak usah sebutkan namanya, itu hanya bisa menyanggupi 20 ribu unit, kemudian ada beberapa merek lagi 10 ribu dan kemudian ada beberapa merek lagi hanya berapa ratus kesanggupannya, sehingga dengan sangat terpaksa sebenarnya pihak PT Agrinas telah kami konfirmasi, (akhirnya) mencari opsi ke India untuk mendapatkan kendaraan yang bisa membantu memecahkan masalah pengadaan itu,” kata Ferry.

Di sisi lain, Ferry menjelaskan bahwa setiap Kopdes Merah Putih akan mendapatkan satu unit pickup, satu unit truk, serta satu kendaraan motor. Kendaraan tersebut dimaksudkan untuk memperlancar mobilitas dan arus barang.

“Kenapa harus disediakan kendaraan itu? Karena memang itu akan memperlancar mobilitas arus barang dari desa ke luar dan dari luar ke desa, dan kalau ada kendaraan itu akan mempercepat proses pengiriman barang-barang supaya enggak cepat rusak dan sebagainya,” ujar Ferry.

Adapun pengadaan mobil-mobil tersebut telah dipotong langsung dari alokasi dana pinjaman negara sebesar Rp3 miliar per koperasi dalam skema pembiayaan program tersebut.

Pengadaan kendaraan ini menjadi bagian integral dari dana Rp3 miliar yang dipinjamkan negara kepada koperasi, sehingga langsung dipotong saat serah terima aset ke desa.

“iya dari Rp 3 miliar, alokasinya kan sebagian untuk pembangunan fisik, perlengkapan, plus nanti juga disediakan mobil, nah itu udah langsung disitu nanti dikasih,” tegas Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *