Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) berpendapat, masyarakat seharusnya tidak terlalu meributkan persaingan “Banteng vs Gajah” atau PDI Perjuangan melawan Partai Solidaritas Indonesia.
Hensa menilai, masyarakat tidak boleh lupa dengan sejarah bahwasannya sejak Partai Demokrat menang dalam Pemilu 2004, belum ada petahana yang kalah dalam kontestasi pemilu selanjutnya di periode kedua mereka.
“Saya bingung mengapa masyarakat begitu meributkan ‘banteng vs gajah’ di Pemilu 2029, padahal jelas sekali berkaca dari sejarah yang menang 2029 itu garuda,” ujar Hensa kepada wartawan.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai, petahana kerap diuntungkan saat kembali maju untuk periode kedua karena sudah memiliki tingkat pengenalan publik yang tinggi, rekam jejak program, serta jejaring politik yang lebih mapan dibanding penantang.
Ia mengatakan, pola tersebut dapat dilihat dari beberapa pengalaman pemilu sebelumnya, ketika petahana cenderung lebih sulit disaingi karena bisa mengandalkan narasi keberlanjutan program dan konsolidasi dukungan elite.
“Pola-pola itu menurut saya sudah teruji beberapa waktu belakangan, PDI Perjuangan dengan Jokowi unggul besar dari 2014-2024 bahkan ia masih memenangi Pileg, Demokrat dengan SBY di periode 2004-2014 pun juga sama bahkan kursinya melonjak di DPR saat Pemilu 2009,” kata Hensa.
Menurut Hensa, keuntungan petahana juga berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan momentum kebijakan yang hasilnya cepat dirasakan publik menjelang pemilu, meski keunggulan itu tidak sepenuhnya kebal terhadap faktor eksternal.
“Posisi petahana itu lebih mudah memanfaatkan momentum kebijakan yang terasa langsung ke pemilih, tapi dengan catatan bahwa keunggulan ini tetap bisa goyah jika terjadi guncangan besar seperti krisis ekonomi atau skandal politik yang merusak legitimasi,” kata Hensa.
Untuk itu, ia meyakini akan percuma masyarakat jika meributkan “banteng vs gajah” di Pemilu 2029 karena ia menilai petahana masih akan menjadi juaranya.
Lagi pula, Hensa menilai, secara basis massa akar rumput pun PSI dinilai masih cukup jauh dibandingkan PDI Perjuangan meski disebut akan dibantu Joko Widodo.
“Meski ada Jokowi yang disebut akan membantu, namun itu menurut saya belum cukup untuk melawan PDI Perjuangan yang saat Pemilu 2024 tetap menjadi pemenang Pileg,” pungkas Hensa.(*)