JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh kebijakan strategis pemerintah, termasuk penahanan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026, merupakan hasil koordinasi lintas kementerian di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya meluruskan persepsi publik yang kerap menganggap keputusan di tingkat kementerian sebagai inisiatif pribadi atau sektoral. Menurutnya, semua langkah yang diambil bukan keputusan mandiri, melainkan mandat dari pimpinan tertinggi negara.

“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” ujar Purbaya ditemui di Jakarta, Selasa.

Dalam proses pengambilan keputusan, lanjut Purbaya, Presiden Prabowo sangat teliti mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Pemerintah rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah guna memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 (dolar per barel) gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini. Yaudah. Yang lain mungkin enggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari Bapak Presiden,” tambahnya.

Meski situasi global masih penuh ketidakpastian, Purbaya meminta masyarakat tidak perlu panik. Ia memastikan posisi fiskal dan pendapatan negara masih cukup kuat untuk menopang kebijakan subsidi serta menahan harga BBM. Salah satu penyangga utamanya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

“Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung, sumber-sumber lain pendapatan, peningkatan pendapatan dari kebijakan Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *