Puji Komunikasi Istana, Peneliti BRIN Beri Catatan Penguatan Peran Bakom

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir, Senin (13/10/2025). (Dok Sekretariat Kabinet.)

JAKARTA — Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai pola komunikasi di lingkungan Istana Kepresidenan saat ini telah menunjukkan perkembangan positif dalam menanggapi dinamika publik.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas pandangan analis komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa), yang sebelumnya menyebut gaya komunikasi Istana semakin matang dan terarah sejak Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya aktif memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Kehadiran Seskab Teddy Dinilai Bukti Kematangan Komunikasi Istana

Wasisto sepakat bahwa saat ini pemerintah telah lebih cepat dalam menangkap kegelisahan publik. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai pembagian tugas institusional di dalam lingkaran kepresidenan.

“Saya pikir komunikasi Istana memang sudah responsif dengan isu-isu aktual. Namun ada baiknya pula peran Bakom ini lebih aktif dan terdepan dalam menyampaikan pandangan pemerintah ke publik,” ujar Wasisto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/4).

Pentingnya penguatan peran Badan Komunikasi (Bakom) tersebut menurutnya berkaitan erat dengan fungsi pokok lembaga.

“Karena Bakom ini yang mempunyai tugas utama sebagai lembaga komunikasi, tujuannya supaya pesan yang disampaikan sesuai dengan tugas utama institusi itu,” sambungnya.

Fokus Administrasi Seskab dan Mensesneg

Lebih lanjut, Wasisto menyoroti beban kerja yang diemban oleh pejabat teras di lingkaran utama Presiden, seperti Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara.

Ia menilai, keterlibatan pejabat administratif secara intens dalam komunikasi publik dikhawatirkan akan menambah beban kerja mereka yang sudah cukup padat.

“Tentunya peran Seskab dan Mensesneg lebih banyak di urusan administrasi negara yang itu sudah menyita banyak perhatian,” jelasnya.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga khusus yang menangani komunikasi politik menjadi krusial agar alur informasi berjalan lebih profesional dan terstruktur tanpa mengganggu fungsi administratif kepresidenan.

Menonjolkan Peran Lembaga

Selain demi efisiensi kerja, Wasisto memandang bahwa keterlibatan aktif Bakom diperlukan untuk membangun citra kelembagaan yang kuat.

Publik perlu melihat adanya sinergi yang jelas antara komunikator pemerintah dengan lembaga yang memang dibentuk untuk fungsi tersebut.

“Adanya Bakom itu perlu dimunculkan juga supaya lembaga ini terlihat perannya di ruang publik,” pungkas Wasisto.

Sebelumnya, Hendri Satrio memuji langkah Seskab Teddy yang dinilai memberikan kepastian di tengah derasnya arus pemberitaan.

Hensa menyebut pola komunikasi tersebut terasa lebih tepat, singkat, dan langsung pada pokok persoalan, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Baca juga: Hendri Satrio: Komunikasi Istana Membaik, Masih Spontan Tapi Pesannya Lebih Jelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *