JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan investor global ternama, Ray Dalio, di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (27/3).

Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan peluang kerja sama strategis serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi berskala internasional.

Dalam pembicaraan tersebut, keduanya mendiskusikan percepatan berbagai proyek strategis, khususnya di sektor energi.

Kehadiran pendiri Bridgewater Associates ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempromosikan potensi investasi Indonesia di mata dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa sosok Ray Dalio memiliki peran penting dalam membantu citra ekonomi Indonesia di luar negeri.

“Tadi menemani Pak Presiden menerima Pak Ray Dalio. Itu dia seperti membantu kita promosikan ke luar negeri juga dan ada beberapa masukan beberapa proyek yang bisa membuat ekonomi kita bergerak lebih cepat gitu. Ada beberapa proyek energi dan lain-lain,” ujar Purbaya kepada wartawan usai pertemuan, Jumat (27/3).

Fokus pada PLTS dan Kawasan Ekonomi Khusus

Purbaya memaparkan bahwa masukan yang diberikan Ray Dalio berkaitan erat dengan langkah-langkah konkret untuk mempercepat realisasi proyek yang mampu menjadi katalis ekonomi. Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah energi terbarukan.

Menurut Menkeu, proyek yang dibahas mencakup pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain itu, pertemuan tersebut juga menyentuh inisiatif pengembangan wilayah ekonomi baru.

“Yang saya dengar tadi energi, terus ada kawasan ekonomi, dan beberapa inisiatif lainnya,” lanjut Purbaya.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dipandang sebagai salah satu daya tarik utama bagi investor global untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kehadiran Pejabat Teras

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara lainnya untuk memastikan sinkronisasi kebijakan investasi.

Tampak hadir mendampingi Presiden antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pertemuan yang berlangsung di Istana tersebut.

Sinergi antara pemerintah dan investor global seperti Ray Dalio diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pemilik modal, sekaligus mempercepat transisi energi hijau di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *