JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang para pengusaha Amerika Serikat untuk segera menanamkan modal dan memperluas bisnis di Indonesia, di tengah jaminan iklim investasi yang semakin kondusif.
Ajakan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan bisnis di Gedung Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), Washington DC, pada Rabu (18/2/2026) sore waktu setempat.
Acara tersebut dihadiri perwakilan US-ASEAN Business Council (USABC), US-Indonesia Society (USINDO), serta delegasi Indonesia termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta sejumlah menteri dan pimpinan BUMN.Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 45 menit, Prabowo menyoroti 18 proyek prioritas hilirisasi yang sedang digenjot pemerintah.
Ia juga menekankan capaian stabilitas ekonomi dan politik, perbaikan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta penguatan penegakan hukum untuk memberantas korupsi dan kartel.
“Kami terbuka, kami membutuhkan investasi, dan kami menginginkan lebih banyak investasi, dan kami yakin kami kompetitif, kami atraktif, dan kami punya banyak cadangan mineral yang dibutuhkan untuk produksi teknologi-teknologi baru,” kata Prabowo di hadapan para pengusaha ternama AS dalam acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat.
“Jadi silakan datang ke Indonesia, terima kasih,” ujar Prabowo, saat menutup pidatonya dalam acara tersebut.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah Indonesia siap menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan AS.
Ia menyebut perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang akan segera ditandatangani, serta peluang kerja sama di sektor energi, sumber daya mineral termasuk rare earth, dan berbagai bidang lainnya.
“Saya telah bertemu dengan banyak pemimpin perusahaan AS, bahkan dalam waktu saya yang singkat saat saya berada di sini. Saya bertemu dengan anda sekalian sekarang, dan saya merasa sangat optimistis. Kami ingin perusahaan-perusahaan AS menjadi mitra yang strategis,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjadi tuan rumah yang baik bagi investor, melindungi hak mereka, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif, sebagaimana tradisi yang telah berjalan dari masa ke masa.
“Saya kira banyak pemain lama dan mereka yang berpartisipasi dalam perekonomian kami akan mengakui pemerintah Indonesia, dan saya sendiri juga akan melanjutkan tradisi itu: Kami selalu berusaha melindungi investor-investor. Kami selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik, dan menciptakan iklim yang baik untuk para investor,” ujar Prabowo.
Pertemuan ini menjadi agenda pembuka kunjungan Prabowo di Washington DC. Ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Dari kalangan pengusaha hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.