JAKARTA — Rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas kesepakatan tarif impor produk Indonesia ke AS masih dalam pembahasan intensif oleh Kementerian Luar Negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pembahasan tersebut belum mencapai tahap penentuan jadwal pasti. “Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri. Nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan,” kata Teddy, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (3/2/2026).
Teddy tidak merinci kapan tepatnya Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Ia hanya menegaskan bahwa sudah ada beberapa perbincangan dan pertemuan sebelumnya antara kedua pemimpin. “Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa substansi kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat sudah rampung. Kini, proses hanya menunggu penjadwalan pertemuan langsung antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump.
“Kan pertemuan itu harus ada jadwal dan harus ada agendanya, dan harus cocok agendanya. Jadwal kedua pemimpin kan harus kita perhatikan. Kedua pemimpin juga ketemu kemarin di Davos,” kata Airlangga, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Airlangga menambahkan bahwa penyelesaian kesepakatan tarif perdagangan tersebut mengalami penundaan dari target akhir Januari menjadi Februari 2026. Penundaan ini semata-mata karena penyesuaian jadwal kedua kepala negara, bukan karena adanya hambatan substansi.
“Tidak ada (hambatan),” tegas Airlangga.
Kesepakatan ini diharapkan membawa keringanan tarif impor bagi sejumlah produk unggulan Indonesia ke pasar AS, sekaligus memperkuat hubungan perdagangan bilateral di tengah dinamika kebijakan perdagangan global.