RIYADH — Hubungan diplomatik di kawasan Teluk kembali memanas setelah pemerintah Arab Saudi mengambil langkah tegas terhadap perwakilan diplomatik Iran.

Otoritas Kerajaan secara resmi menetapkan lima pegawai Kedutaan Besar Iran di Riyadh sebagai individu yang tidak diinginkan di wilayah mereka.

Keputusan tersebut diambil menyusul terjadinya rangkaian serangan yang menyasar wilayah kedaulatan Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.

Melansir pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dirilis pada Sabtu (21/3/2026), kelima staf tersebut diperintahkan untuk segera angkat kaki.

“Kerajaan Arab Saudi telah memberitahukan atase militer Iran, asistennya, serta tiga pegawai misi diplomatik lainnya untuk meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam, dan menyatakan mereka sebagai persona non grata,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Status Persona Non Grata

Penetapan status persona non grata (individu yang tak diinginkan) merupakan salah satu bentuk sanksi diplomatik paling serius yang bisa dijatuhkan oleh sebuah negara terhadap utusan negara asing.

Dengan penetapan ini, para diplomat tersebut kehilangan hak tinggal dan harus keluar dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh negara penerima.

Langkah Riyadh ini menambah daftar panjang perselisihan antara dua kekuatan besar di Timur Tengah tersebut, terutama di tengah eskalasi militer yang sedang mengguncang kawasan.

Efek Domino di Kawasan Teluk

Tindakan Arab Saudi ini rupanya bukan merupakan peristiwa tunggal. Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh negara tetangga di kawasan Teluk yang juga merasa keberatan dengan aktivitas diplomatik Teheran.

Sebelumnya pada pekan ini, Qatar juga mengusir pegawai kantor atase militer Iran dengan tuduhan melanggar prinsip hubungan bertetangga yang baik.

Pengusiran beruntun oleh Arab Saudi dan Qatar ini memperlihatkan adanya konsolidasi sikap di antara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Situasi ini dikhawatirkan akan semakin mempersulit upaya jalur diplomasi untuk meredakan konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah.

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *