Washington – Israel secara resmi menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada Rabu (11/2/2026). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen keanggotaan tersebut di Blair House, kediaman tamu resmi Presiden AS Donald Trump, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Penandatanganan itu berlangsung menjelang pertemuan Netanyahu dengan Presiden Trump di Washington.
“Saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Board of Peace,” tulis Netanyahu dalam unggahan di media sosial X.
Dewan Perdamaian merupakan inisiatif Presiden Trump sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025, dewan ini dimaksudkan mendukung stabilitas, tata kelola, demiliterisasi, serta rekonstruksi Gaza pada fase kedua rencana tersebut.
Namun, piagam dewan yang baru dirilis tidak menyebut Gaza sama sekali. Piagam justru mendeskripsikan dewan sebagai organisasi internasional yang mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan sah dan dapat diandalkan, serta mengamankan perdamaian abadi di berbagai daerah konflik.
Mandat dewan disetujui Dewan Keamanan PBB pada November lalu, tetapi terbatas pada Gaza hingga akhir 2027.
Untuk bergabung, negara anggota wajib membayar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp16,9 triliun. Meski telah membayar, masa jabatan anggota tidak lebih dari tiga tahun, seperti dilaporkan Xinhua. Setiap negara memiliki satu suara, tetapi semua keputusan memerlukan persetujuan ketua. Negara bisa mundur kapan saja atau dikeluarkan oleh ketua, kecuali jika dua pertiga anggota memveto.
Piagam tidak merinci penggunaan dana tersebut, hanya disebut berasal dari kontribusi sukarela.
Sejauh ini, sekitar 35 pemimpin dunia telah bergabung, termasuk Indonesia yang diwakili Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pendirian di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Anggota lain mencakup sekutu Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir. Dari NATO, Turki dan Hongaria ikut bergabung, serta negara lain seperti Maroko, Pakistan, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, dan Vietnam. Armenia dan Azerbaijan juga menerima tawaran setelah mencapai kesepakatan perdamaian yang dimediasi AS pada Agustus lalu.