JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menilai ada perbedaan pandangan netizen antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini.
Menurut Hensa, keduanya merupakan sosok kunci dari kabinet Prabowo Subianto yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia berkat rekam jejak dan peran strategis mereka saat ini.
Meski begitu, Hensa mengamati bahwa netizen saat ini cenderung lebih mengapresiasi aktivitas Teddy dibandingkan Purbaya. Teddy baru-baru ini memposting video dirinya bekerja hingga larut malam, yang langsung mendapat banyak komentar positif dari netizen.
“Di video tersebut, pukul 23.45 dia masih berada di kantor, dan banyak netizen yang memberi acungan jempol. Wajar jika bekerja sesuai jam kerja adalah kewajiban, tapi tetap aktif melewati jam tersebut menunjukkan dedikasi ekstra,” kata Hensa kepada wartawan.
Menurut Hensa, gestur kecil seperti ini layak diapresiasi karena mencerminkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, meski tampak sederhana.
Ia juga berharap menteri dan jajaran kabinet lainnya mengikuti pola serupa.
“Jadi, keuntungan memiliki Sekretaris Kabinet yang masih muda adalah energinya yang tinggi. Ia tampak mampu bekerja di luar jam wajib. Semoga apa yang dilakukan Sekretaris Kabinet ini bisa diikuti oleh menteri-menteri atau jajaran kabinet Pak Prabowo lainnya,” kata Hensa.
Berbeda dengan Teddy, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini melihat Purbaya sedang menjadi sasaran utama netizen ketika berbicara kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Purbaya, yang dulu pada saat awal dilantik dicap sebagai “juru selamat” ekonomi Indonesia oleh masyarakat, kini justru diragukan karena apa yang ia janjikan untuk mendorong ekonomi belum tercapai.
“Ada beberapa teguran, teguran pertamanya karena apa yang diomongin belum bisa terpenuhi, banyak yang waktu itu bilang kalau dengerin Pak Purbaya ngomong kelihatannya kita tajir rame-rame nih bulan depan, nampaknya itu sudah mulai deg-degan dengan perkataan itu karena kondisinya masih belum berubah secara keuangan,” ujarnya.
“Nah sekarang Pak Purbaya bilang dia akan mendorong ekonomi lari kencang ke 6% katanya, ya saya sih silahkan aja Pak Purbaya, tapi banyak pihak mulai netizen hingga ahli ekonomi meragukan Anda saat ini,” lanjutnya.
Hensa pun mengingatkan jika sikap Purbaya yang cenderung lancar berkomunikasi seringkali dicap tidak bijak oleh ahli ekonomi.
Sebab, keaktifan Purbaya dalam berbicara di ruang publik justru akan mempengaruhi stabilitas ekonomi negara saat ini.
“Talkative atau lancar berkomunikasi atau sering menyampaikan pesan-pesan komunikasi terkait pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, sebetulnya tidak bijak karena seorang menteri keuangan itu kalau bicara, sangat mungkin dia akan mempengaruhi pasar, Purbaya justru harus hati-hati di bagian ini,” pungkas Hensa.