JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio merespons pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait anggaran Pesta Rakyat yang menegaskan “pokoknya ada”.
Menurut Hensa, sapaan akrabnya, prinsip itu justru perlu diterapkan lebih luas di berbagai program pemerintah yang menyasar rakyat kecil.
“Bagus kalau buat rakyat kecil yang penting anggarannya ada. Seharusnya pemerintah sering-sering bikin acara ini, yang melibatkan orang kecil,” kata Hensa kepada wartawan.
Hensa menilai, jika pemerintah konsisten menggelar program serupa untuk rakyat kecil dan kelas menengah, tekanan ekonomi masyarakat bisa berkurang secara bertahap.
“Diharapkan beban masyarakat itu berkurang, sehingga mereka bisa lebih menjalani hidup dengan bahagia,” ujarnya.
Meski demikian, ia tak luput menyampaikan catatan kritis. Hensa mengapresiasi komitmen anggaran pemerintah, namun menegaskan bahwa ketersediaan dana saja belum cukup.
“Apresiasi bila program kegiatan selalu ada anggarannya, tapi akan sangat baik bila penempatan alokasi anggaran juga jelas dan tepat,” ujarnya.
Lebih jauh, Hensa mendorong pemerintah agar melampaui bantuan yang bersifat konsumtif dan mulai memprioritaskan kemajuan UMKM secara struktural.
“Perumpaannya seperti ini, bukan cuma ngasih ikan doang, tapi kailnya. Perlu juga dibuat program yang mengutamakan UMKM-nya jadi lebih maju,” tegasnya.
Ia pun memperluas semangat “pokoknya anggarannya ada” ke sejumlah program prioritas pemerintah. Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), dukungan UMKM, hingga Sekolah Rakyat, Hensa mendorong agar komitmen anggaran itu dijaga konsisten dan tepat sasaran.
“Dari MBG, pokoknya anggarannya ada. UMKM, pokoknya anggarannya ada. Sekolah Rakyat, pokoknya anggarannya ada. Pokoknya, kalau buat rakyat, anggarannya ada,” pungkasnya.(*)