JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengapresiasi tindakan Komisi III DPR yang meminta penghentian kasus Hogi Minaya di Sleman. Hogi diketahui menjadi tersangka setelah membuat jambret yang mengambil tas istrinya tewas.
Dalam rapat yang membahas kasus itu, Ketua Komisi 3 DPR Habiburokhman mengecam sikap Kasat Lantas Sleman AKP Mulyanto terkait penetapan tersangka Hogi yang dianggap tidak proporsional sehingga minta proses kasus dihentikan.
“Tindakan Komisi III patut diapresiasi secara objektif memulihkan keadilan hukum kepada Hogi, menurut saya ini langkah yang tepat merespons cepat dan berpihak kepada publik,” ujar Hensa kepada wartawan.
Dari sudut komunikasi politik, Hensa melihat langkah ini efektif tingkatkan kepercayaan publik terhadap DPR.
Ia melihat Komisi 3 juga berupaya untuk mendengar seluruh aspirasi dan permasalahan publik jika melihat respons terhadap kasus Hogi ini.
“Komunikasi DPR ini tidak hanya untuk meredam emosi publik, namun juga menunjukkan lembaga mendengar dan melihat rakyat biasa,” tegas Hensa.
Hensa pun mengingatkan, DPR harus merutinkan sikap pro-rakyat seperti ini untuk perkuat legitimasi lembaga sebagai perwakilan rakyat.
Lebih lagi, ia juga mengingatkan bahwa DPR juga tidak perlu menunggu viral untuk mendengar dan menyuarakan permasalahan yang terjadi di masyarakat.
“Tindakan seperti ini cukup bagus untuk menarik simpati publik kembali untuk mempercayai DPR sebagai perwakilan mereka, namun kalau bisa harusnya DPR yang bersuara terlebih dahulu tidak menunggu viral baru dibahas,” pungkas Hensa.(*)