JAKARTA – Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau dikenal sebagai Noe Letto dari band Letto, mengaku telah memberikan masukan kepada pemerintahan sejak era Presiden Joko Widodo.

Dalam wawancara podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Sabrang menceritakan awal mula kontribusinya adalah memberikan masukan bahaya sosial media yang kian merajalela, terutama saat awal periode kedua Jokowi yang ia nilai menjadi naik namanya berkat media sosial.

“Saya secara fungsional (membantu pemerintahan) sudah lama. Dari jaman Jokowi, secara fungsional itu artinya TA, hanya masih ngasih input soal sosial media,” ujar Sabrang dalam tayangan tersebut.

Sabrang mengakui, awalnya ia bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara saat itu, Pratikno, di Jogja dan mempresentasikan analisis mendalam tentang dampak negatif sosial media terhadap masyarakat Indonesia.

Ia menyoroti bagaimana platform digital menggeser kontak manusia dari orang tua atau guru menjadi layar HP selama 7-8 jam sehari, dengan konten yang lebih mengutamakan view ketimbang edukasi.

“Sosial media ini bisa bahaya kalau tidak diperhatikan dengan serius. Manusia Indonesia menghabiskan 7-8 jam di depan HP, kontaknya lebih banyak dengan layar daripada orang tua atau guru,” ungkap Sabrang.

Kontribusi Sabrang berlanjut hingga kini di era Presiden Prabowo Subianto, di mana ia baru saja dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pada 15 Januari 2026 oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk bidang analisis geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.

Sabrang mengakui, mulanya ia membantu salah satu bagian TNI membangun AI untuk perekrutan personel pada 2024. AI tersebut, katanya, digunakan untuk menganalisis kecocokan kandidat secara efektif.

Dari situ, Sabrang kemudian berdiskusi dengan TNI soal bahaya AI yang berlanjut menjadi membantu dalam proyek membuat drone.

“Saya bikin AI untuk perekrutan personel TNI, setelah itu kemudian ada pembuatan drone yang butuh AI, dan seterusnya hingga terus lama-lama saya jadi tenaga ahli,” ungkapnya.

Sabrang menekankan bahwa keputusannya bukan soal keinginan pribadi, melainkan manfaat bagi negara. Ia meminta kesempatan untuk membuktikan diri bahwa dirinya bisa berguna di posisi tersebut.

“Jangan ngomong tujuannya saya, saya bisa melakukan apapun tapi gini, salah satu tujuan terbesar adalah membuat negara Indonesia bertahan selama-lamanya.,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Hensa sebagai pewawancara menyampaikan doa agar Sabrang dapat menjalankan tugasnya dengan baik hingga tuntas.

“Selamat bertugas Mas Sabrang. Semoga amanah dan berhasil menjalankan tanggung jawabnya hingga selesai,” tutup Hensa.(*)

Tonton selengkapnya dalam YouTube Hendri Satrio Official: https://youtu.be/386UtX5ay0k?si=6FNzmhTmZXE4gzZc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *