Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengakui bahwa perjalanan Danantara sebagai badan pengelola investasi negara belum sepenuhnya terlepas dari dinamika politik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Danantara tetap berkomitmen menjaga fokus utama pada penciptaan nilai bagi negara melalui kinerja yang optimal.

“Jadi ini juga penting, culture BUMN pun berubah. Karena kita fokus to result oriented, keinginan kami juga nanti less politic. There’s always be politics, tapi less and less politic, dan fokus kepada shareholder performance,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Pandu menjelaskan bahwa pada tahun pertama operasionalnya, Danantara masih berada pada fase pencarian bentuk dan arah yang tepat. Kondisi ini, katanya, merupakan hal yang wajar, serupa dengan yang dialami pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2014-2015.

Setelah satu tahun berjalan, arah Danantara kini semakin jelas seiring perubahan budaya kerja di lingkungan BUMN yang semakin berorientasi pada hasil.

Saat ini, Danantara memfokuskan tugasnya pada pengelolaan aset dan peningkatan dividen bagi negara. Sementara itu, entitas Danantara Investment Management diarahkan untuk menanamkan investasi pada sektor-sektor stabil yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan produktivitas tinggi.

Menurut Pandu, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia bukan sekadar menambah jumlah lapangan kerja, melainkan memastikan lapangan kerja tersebut benar-benar produktif.

Oleh karena itu, misi utama Danantara adalah mendorong pergeseran struktur ekonomi dari ketergantungan pada sumber daya alam menuju penguatan kualitas sumber daya manusia. Proses ini, kata dia, merupakan yang paling sulit namun paling krusial untuk mempertahankan daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *