Buka Rakornas 2026, Prabowo Ingatkan Pemimpin Tak Boleh Hanya Memajukan Kepentingan Pribadi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Dalam pidato pembukaannya, Kepala Negara menekankan profil pemimpin yang dinanti-nantikan oleh rakyat Indonesia saat ini.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 2 Februari 2026 saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya nyatakan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 dibuka,” kata Prabowo saat meresmikan forum tersebut.

Di hadapan ribuan pejabat, Presiden menggarisbawahi pentingnya aparatur pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, untuk memahami peran mereka sebagai pemimpin rakyat.

Prabowo menyebut bahwa dambaan utama masyarakat adalah sosok yang mampu membawa keadilan dan kejujuran dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Mereka berharap bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat, semuanya bukan segelintir orang,” ujar Presiden di hadapan ribuan peserta rakornas.

Kepala Negara kemudian mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah maupun pusat untuk menjauhi sikap ego sektoral maupun memperkaya diri sendiri selama menjabat.

Menurutnya, publik memiliki penilaian yang sangat tajam terhadap integritas para pemangku kebijakan.

“Bahkan mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja. ini adalah harapan semua rakyat kita,” ucapnya dengan tegas.

Menurut Presiden, rakyat Indonesia pada dasarnya mendambakan kehidupan yang harmonis dan tenang. Harapan tersebut hanya bisa terwujud jika para pengambil kebijakan menanggalkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dan fokus pada kemaslahatan publik secara luas.

Rakornas tahun ini dianggap sebagai momentum krusial karena berhasil mengumpulkan hampir seluruh pengambil keputusan di tanah air dalam satu ruangan.

Presiden pun memberikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang telah menyelenggarakan agenda kolosal ini.

“Ini adalah harapan semua rakyat kita dan hari ini bagi saya adalah suatu kesempatan yang baik bahwa saya bisa bertatap muka dengan hampir bisa dikatakan 99 persen pemerintah Republik Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah,” ucap Presiden.

Selain membahas tata kelola pemerintahan, Prabowo juga menyinggung tentang ketangguhan Indonesia di mata dunia.

Ia menyoroti pandangan pihak luar negeri yang kerap meragukan persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, etnis, agama, dan bahasa yang sangat kompleks.

Namun, Presiden menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan Indonesia mampu bersatu mengejar cita-cita bersama di bawah naungan NKRI.

“Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana negara yang sekian banyak suku bangsa, kelompok etnis, sekian ras, sekian agama besar, ratusan bahasa bisa berkumpul, bisa bersatu bisa mengejar cita-cita dalam satu kerangka negara kesatuan negara Indonesia,” kata Prabowo.

Rakornas 2026

Rakornas 2026 dihadiri oleh sekitar 4.473 peserta yang terdiri dari pimpinan kementerian dan lembaga, kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota), pimpinan DPRD, hingga unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dari seluruh penjuru Indonesia.

Forum ini bertujuan menyinergikan kebijakan nasional agar selaras dengan implementasi pembangunan di tingkat daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *