AHY Titip Pesan ke Prabowo: Demokrat Sering Turun ke Bawah Bukan untuk Manuver Politik

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui tayangan video dalam Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (12/1/2026). (Dok. Rujakpolitik.com/JSN)

JAKARTA, — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menitipkan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak salah menafsirkan langkah partainya yang belakangan terlihat lebih sering turun ke masyarakat.

AHY menegaskan, peningkatan intensitas kegiatan Partai Demokrat ke akar rumput bukan merupakan manuver politik menjelang pemilu, melainkan bagian dari semangat kebangkitan menjelang usia partai yang ke-25 tahun.

“Pak Menlu yang juga Pak Sekjen Gerindra, mohon dilaporkan ke Bapak Presiden selaku pembina koalisi, pembina partai-partai politik. Kalau Demokrat tahun ini agak sering turun ke bawah karena semangat 25 tahun tadi. Tolong jangan disalahartikan sebagai sebuah manuver politik karena pemilu masih lama sekali. Dan kita ingin fokus benar-benar mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar AHY dalam acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut AHY, 9 September 2026 menjadi momen bersejarah karena Partai Demokrat genap berusia seperempat abad. Perjalanan panjang itu, katanya, dipenuhi suka duka serta jatuh bangun.

“9 September 2026, insyaallah Partai Demokrat akan genap berusia 25 tahun. Seperempat abad Partai Demokrat. Dalam sebuah perjalanan partai politik, 25 tahun tentu penuh dengan suka duka, jatuh bangun, keringat dan air mata. Demokrat juga pernah mengalami itu semua,” kata AHY.

Ia menekankan bahwa momentum tersebut harus menjadi titik balik bagi partai untuk kembali kokoh dan memperkuat peran di pemerintahan serta parlemen.

“Dan kita bertekad bahwa Demokrat di masa mendatang bisa bangkit dan kembali kokoh untuk meningkatkan peran dan kontribusi kita di pemerintahan maupun di parlemen,” ucap AHY.

AHY juga mengajak seluruh kader menjadikan usia 25 tahun sebagai kesempatan untuk reinventing atau menemukan kembali jati diri partai sebagai kekuatan yang memperjuangkan aspirasi rakyat.

“That’s our objective, tidak ada yang lain. Tapi bolehlah kalau kita punya ikhtiar agar Demokrat tidak paling ujung. Di parlemen kita sudah paling ujung, Pak. Kita pernah paling ujung sana, sekarang paling ujung sini. Jadi kalau lagi sidang paripurna, betul ya? Jangan sampai mepet tembok. Kita ingin kembali kokoh, semakin kokoh,” tutur AHY.

Lebih lanjut, AHY menyebutkan adanya kemiripan nilai atau DNA antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra, sehingga keduanya dapat bersinergi dalam mendukung pemerintahan.

“Dan DNA Partai Demokrat itu banyak kemiripan dengan Partai Gerindra. Jadi saya rasa kita bisa bersinergi dan berkolaborasi tentu dengan partai-partai lainnya,” kata AHY.

AHY menambahkan, Partai Demokrat ingin terus hadir di tengah rakyat dengan tidak hanya menyapa konstituen, tetapi juga menghadirkan program nyata, baik oleh anggota legislatif maupun kepala daerah.

“Kami dan kita saya rasa ingin terus hadir bersama rakyat. Tadi teman-teman fraksi juga menampilkan upaya terbaik bukan hanya menyapa konstituen di dapil tapi juga do something. Para kepala daerah juga saya rasa punya tanggung jawab, apalagi sebagai eksekutif bisa menjalankan program-program yang pro rakyat,” kata AHY.

Menurutnya, langkah itu krusial untuk membangkitkan kembali kepercayaan publik terhadap partai serta pemerintahan yang sedang berjalan.

“Ini penting untuk membangkitkan trust and confidence rakyat kita terhadap Partai Demokrat dan pada pemerintahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *