Soal Danantara, Hensa: Itu Pertaruhan Bangsa, Mari Doakan yang Terbaik

JAKARTA β Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensa) menyoroti peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang resmi diluncurkan hari ini oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Danantara bukan sekadar proyek pemerintah biasa, melainkan sebuah pertaruhan besar bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Danantara ini pertaruhan seluruh bangsa, pertaruhan seluruh negeri, baik yang mengerti maupun tidak, baik yang paham maupun yang belum paham,” ujar Hensa sebagaimana dikutip dari akun X pribadinya, @satriohendri.
“Artinya, kita wajib mendoakan yang terbaik untuk Danantara agar berdampak baik bagi negeri,” lanjutnya.
Menurut Hensa, badan pengelola investasi ini juga menjadi pesan komunikasi politik dari pemerintah kepada pelaku ekonomi.
Oleh karena itu, ia berpendapat pentingnya penyampaian pesan yang jelas dan tepat terkait visi serta tujuan badan tersebut.
βBila pesan ditangkap salah maka bukan hanya noise yang di dapat tapi tentu negara bisa kebagian zonk. Oleh sebab itu, komunikasikan dengan benar percobaan super mahal ini,β kata Hensa.
Kehadiran SBY dan Jokowi di peluncuran Danantara
Di sisi lain, peluncuran Danantara hari ini menjadi sorotan publik karena dihadiri dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).
Bagi Hensa, kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan mencerminkan dinamika politik yang signifikan.
“Mengapa SBY dan Jokowi hadir di peluncuran Danantara? Salah satunya karena SBY adalah ayah Menko-nya Prabowo, dan Jokowi ayah Wapres-nya Prabowo,” kata Hensa.
“Tapi pasti ada alasan lain, seperti demi bangsa dan negara, serta tujuan baik lainnya,” ungkapnya.
Hensa menilai kehadiran kedua mantan presiden ini menunjukkan strategi konsolidasi kekuatan yang cerdas dari pemerintahan Prabowo.
Lebih dari itu, langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya memperkuat legitimasi Danantara di mata publik dan investor.
Hal itu, kata Hensa, mengingat pengalaman panjang SBY dan Jokowi dalam memimpin negara.
“Dengan mengajak SBY dan Jokowi, Prabowo menunjukkan bahwa ia tidak hanya membangun koalisi ekonomi, tetapi juga koalisi simbolik lintas generasi kepemimpinan. Pesannya jelas, Danantara adalah proyek bersama, bukan milik satu rezim saja,” jelas Hensa.