Danantara Diluncurkan Hari Ini, Resmi Dipimpin Rosan Roeslani

JAKARTA – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menjelaskan struktur Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dikutip dari Antara, Hasan mengatakan, Danantara akan dipimpin Rosan Roeslani sebagai Group CEO, dibantu Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria.
“Danantara dipimpin Bapak Rosan Roeslani, dibantu Bapak Pandu Sjahrir dan Bapak Dony Oskaria,” ungkap Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
BPI Danantara, sebagai Sovereign Wealth Funds (SWF) Indonesia, baru diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Danantara akan mengelola aset lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan dana awal diproyeksikan mencapai 20 miliar dolar AS.
Hasan menjelaskan Danantara memiliki dua holding: operasional yang dipimpin Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN, dan bidang investasi yang dipimpin Pandu Sjahrir.
Presiden Prabowo juga menunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara, dengan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua.
Mantan Presiden RI akan dilibatkan sebagai penasihat, sesuai dengan Prinsip Santiago, pedoman tata kelola SWF yang baik.
“Mantan-mantan Presiden akan diajak menjadi penasihat, agar lembaga ini dikawal oleh figur berintegritas yang mencintai Indonesia,” kata Hasan.
Sementara itu, Rosan menambahkan bahwa Danantara memiliki struktur organisasi berlapis, termasuk dewan pengawas, dewan penasihat, dan komite pengawas.
“Juga ada komite audit dan komite investasi untuk memastikan perusahaan ini berjalan dengan baik,” tutup Rosan.
Prabowo Resmikan Danantara
Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).
Melalui pengelola investasi itu, pemerintah berencana menginvestasikan sumber daya alam dan aset negara.
Pemerintah pun berharap badan ini dapat mendorong proyek-proyek berdampak besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Daya Anagata Nusantara akan mengkonsolidasikan Indonesia Investment Authority (INA) dan tujuh BUMN.
Tujuh BUMN yang tergabung dalam pengelola investasi ini sebagai tahap awal adalah Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID.
Peresmian pengelola investasi itu telah diumumkan Prabowo dalam forum internasional, World Governments Summit 2025 di Dubai, yang dihadiri secara virtual.
Di sana, Prabowo mengungkapkan bahwa Daya Anagata Nusantara akan mengelola lebih dari 900 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.000 triliun).