TEGAL – Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal mencatat sejumlah capaian meski baru diresmikan pada Agustus 2025. Kampus ini meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 sebagai Perguruan Tinggi Swasta Inovatif dan Penggerak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unggulan.
Pada 21 September 2026, UHN juga menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Insentif pada Klaster V dengan Tiga Judul dalam Program Kreativitas Mahasiswa.
Rektor UHN, Dr. Sudirman Said, S.Ak., M.B.A. menilai usia kampus bukan satu-satunya penentu perkembangan sebuah perguruan tinggi.
“Usia sebuah perguruan tinggi tentu menjadi salah satu faktor dalam proses pengembangannya. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana perguruan tinggi tersebut mengelola potensi yang dimiliki dan membangun sistem yang baik,” kata Sudirman Said.
Ia menjelaskan, UHN tidak memulai dari nol. Kampus ini lahir dari penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI Tegal, dua institusi yang sudah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan tinggi.
Meski begitu, eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini pun mengingatkan agar capaian tersebut tidak dijadikan tujuan.
“Capaian itu patut disyukuri dan diapresiasi. Namun, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran dan pembinaan yang baik,” ujarnya.
Soal budaya prestasi, Sudirman menekankan pentingnya lingkungan kampus.
“Prestasi mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individu. Harus dibangun lingkungan yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuannya,” kata dia.
Karena itu, pembinaan mahasiswa di UHN ditempatkan sebagai bagian dari kegiatan akademik yang direncanakan secara serius. Dosen, pengelola program studi, pimpinan fakultas, hingga unit kemahasiswaan ikut dilibatkan. Mahasiswa pun didorong berani menyampaikan gagasan dan mengikuti kegiatan yang menguji kemampuan mereka.
Program Kreativitas Mahasiswa menjadi salah satu jalurnya.
“Program Kreativitas Mahasiswa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi kegiatan yang lebih terstruktur,” tutur Sudirman.
Lewat program itu, kata Sudirman, mahasiswa belajar mengidentifikasi persoalan, menyusun usulan kegiatan, lalu merumuskan solusi. Kampus menyiapkan pendampingan dosen dan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide.
“Ke depan, tantangannya adalah memperluas partisipasi mahasiswa dan meningkatkan kualitas gagasan yang dihasilkan,” kata Sudirman.