Prabowo Ajak Australia Bangun “Joint Venture” Pertanian dan Hilirisasi Mineral

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama Indonesia-Australia di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka mengundang pihak Australia untuk memperkuat kerja sama ekonomi melalui pengembangan usaha patungan atau joint venture di sektor pertanian dan pertambangan.

Dalam skema ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dipersiapkan menjadi mitra utama bagi investor dari Negeri Kanguru tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).

Sektor pangan menjadi salah satu poin krusial yang dibahas kedua pemimpin negara tersebut.

“Hari ini saya dan PM Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama di bidang pertanian. Saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara,” ujar Prabowo.

Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah yang tengah memacu produktivitas sektor agraria demi mewujudkan kedaulatan pangan secara mandiri.

Selain itu, Prabowo turut menawarkan peluang investasi besar pada proyek hilirisasi mineral kritis di tanah air, yang mencakup komoditas nikel, tembaga, bauksit, hingga emas.

Dorong Investasi Timbal Balik

Sinergi ekonomi ini direncanakan berjalan dua arah. Presiden menegaskan akan mendorong korporasi asal Indonesia untuk melakukan ekspansi investasi di sektor pertambangan mineral strategis yang ada di Australia.

“Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australi untuk menjajaki peluang co-investment dan dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya,” katanya.

Keinginan mempererat hubungan ekonomi ini muncul setelah kedua pemimpin menandatangani traktat keamanan bersama.

Perjanjian tersebut menjadi simbol tekad kedua negara dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Presiden menekankan bahwa traktat keamanan tersebut merupakan wujud nyata dari posisi Indonesia yang menjunjung tinggi prinsip bertetangga baik.

Baginya, langkah ini tetap berada dalam koridor kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Baca juga: Prabowo dan PM Albanese Bahas Traktat Keamanan Bersama di Istana

Sumber: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *