JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkokoh kemitraan strategis antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai tetangga sekaligus mitra dekat di kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan PM Albanese berkunjung ke Indonesia di tengah kesibukan jadwal kenegaraannya.

Presiden juga sempat menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut kedatangan PM Albanese secara langsung saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Kamis (5/2).

“Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar Prabowo menyambut hangat sang tamu negara.

Hubungan Tetangga yang Semakin Erat

PM Albanese menjelaskan bahwa dirinya bertolak langsung dari Canberra segera setelah menyelesaikan tugas parlemen.

Oleh sebab itu, ia mempercepat agenda resminya agar dapat memenuhi jadwal kunjungan kerja ke Jakarta.

“Saya menyelesaikan sesi tanya jawab lebih awal, langsung menuju bandara, lalu ke sini,” kata Albanese menjelaskan antusiasmenya.

Pemimpin Australia tersebut menegaskan bahwa posisi Indonesia dan Australia saat ini telah berkembang menjadi hubungan yang semakin erat, baik sebagai negara bertetangga maupun sebagai sahabat karib.

Menurut Albanese, frekuensi kunjungan yang intensif belakangan ini merupakan cerminan nyata dari kedekatan hubungan kedua negara.

Meski kunjungan kali ini dilakukan di sela masa sidang parlemen Australia sehingga durasinya cukup terbatas, Albanese memberikan jaminan bahwa agenda ke depan akan direncanakan lebih mendalam.

“Kami sudah menyampaikan sejak Desember bahwa ini kunjungan singkat tetapi penting. Kunjungan berikutnya akan jauh lebih lama,” jelas Albanese.

Penandatanganan Traktat Keamanan Bersama

Menanggapi komitmen tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan harapannya agar sinergi Indonesia-Australia terus tumbuh secara positif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua bangsa.

Kunjungan kerja PM Albanese yang berlangsung pada 5 hingga 7 Februari 2026 ini membawa agenda krusial.

Salah satu fokus utama dalam lawatan ini adalah rencana penandatanganan traktat kerja sama mengenai keamanan bersama, yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam stabilitas pertahanan di wilayah regional.

Sumber: Antara

Baca juga: Presiden Prabowo Sambut PM Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *