JAKARTA – Analis komunikasi Hendri Satrio (Hensa) mengungkap tiga tujuan di balik pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan menjabat selama dua periode.

Pernyataan Jokowi itu muncul sebagai respons atas ucapan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali. Ahmad Ali menyebut Gibran berpotensi menjadi lawan terkuat Prabowo pada Pemilihan Presiden 2029, dalam podcast Gaspol Kompas.com yang ditayangkan pada 22 Januari 2026.

Menurut Hensa, tujuan pertama Jokowi adalah mengklarifikasi pernyataan Ahmad Ali tersebut. Tujuan kedua, Jokowi memahami bahwa Gibran belum siap maju sebagai capres di 2029, sehingga perlu dipastikan posisi anaknya aman sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo terlebih dahulu.

“Yang kedua, Jokowi memahami bahwa Gibran belum siap di 2029 sehingga dia harus memastikan anaknya ini selamat dulu sebagai wakil presiden Pak Prabowo,” kata Hensa.

Hensa menambahkan, Jokowi akan menilai kesiapan Gibran untuk Pilpres 2034 setelah menjalani periode wakil presiden. Tujuan ketiga, pernyataan itu ingin menyampaikan pesan agar publik tidak berasumsi Prabowo dan Gibran akan berpisah di Pilpres 2029.

“Karena itu akan repot. Apalagi Prabowo punya banyak pilihan (calon wakil presiden),” ujar Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut.

Pada Pilpres 2024, Prabowo membutuhkan dukungan Jokowi sebagai petahana, sehingga memilih Gibran sebagai cawapres untuk memenangkan kontestasi. Situasi berubah di 2029, di mana Prabowo menjadi petahana.

“Kemungkinan dia tidak butuh Jokowi lagi untuk menang,” kata Hensa.

Jika Prabowo kembali menggandeng Gibran pada 2029, langkah itu justru akan memperkuat PSI sebagai partai dekat dengan Gibran.

“Kalau Prabowo bersama Gibran lagi di 2029, itu kan artinya Prabowo membesarkan Gibran tuh. Memang mempersiapkan Gibran sebagai capres,” tuturnya.

Namun, Hensa memperkirakan Prabowo akan mengikuti pola presiden sebelumnya dengan memilih cawapres yang tidak mengancam dirinya maupun elektabilitas Partai Gerindra.

“Dia akan memilih cawapres yang tidak lagi punya ambisi untuk maju sebagai presiden. Kalau masih berambisi ya sulit. Maka Prabowo mungkin akan memilih cawapresnya dari Gerindra atau yang umum,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *