BOGOR – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menantang kelompok yang tidak suka dengan kepemimpinannya agar menyampaikan ketidaksukaan itu melalui jalur demokrasi pada Pemilihan Presiden 2029 mendatang.
“Kalau tidak suka Prabowo, silakan, 2029 bertarung,” ujar Prabowo di mimbar pidato Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah atau Rakornas 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjelaskan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebutnya telah menciptakan lapangan kerja secara masif. Menurut dia, program tersebut berhasil menghasilkan 1 juta lapangan pekerjaan hanya dari 22.000 dapur MBG yang beroperasi.
“Saya telah menghasilkan 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG. Ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa setiap dapur MBG memerlukan pemasok bahan makanan seperti tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, dan daging dari tingkat desa. Satu dapur saja bisa melibatkan 10 hingga 20 pemasok.
“Dengan 22.000 (dapur) saja, sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang, yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta,” ujarnya.
Prabowo memproyeksikan, jika program MBG mencapai 82 juta penerima, potensi lapangan kerja bisa meningkat menjadi 3-5 juta.
Namun, di tengah paparan itu, Prabowo menyinggung adanya pihak yang kerap menggelar demonstrasi untuk menjelekkan pemerintahannya. Ia menegaskan demonstrasi boleh dilakukan, tetapi menuduh sebagian kelompok justru menginginkan kerusuhan.
“Dikit-dikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut muncul saat Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas bangsa dan tidak merusak capaian pembangunan hanya karena ketidaksukaan pribadi terhadap pemimpin. Ia menegaskan bahwa arena pertarungan politik yang sehat adalah melalui pemilu pada 2029.