JAKARTA – Ahmad Rofiq resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa dalam acara deklarasi partai tersebut di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026).
Nama ini bukanlah wajah asing di kancah politik Indonesia. Politikus kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 25 Agustus 1975, ini telah dua kali memegang posisi kunci sebagai sekretaris jenderal di dua partai besar nasional sebelumnya.
Partai Gema Bangsa kini dipimpin Ahmad Rofiq sebagai ketua umum dan Muhammad Sopiyan sebagai sekretaris jenderal. Kehadiran partai baru ini menandai babak segar dalam perjalanan politik Rofiq setelah hampir dua dekade berkecimpung di partai politik.
Jejak politik Rofiq dimulai pada 2006 saat ia turut mendirikan Partai Matahari Bangsa dan dipercaya sebagai sekretaris jenderal. Pada 2011, ia menjadi salah satu dari 45 deklarator Ormas Nasional Demokrat yang kemudian bertransformasi menjadi Partai NasDem di bawah kepemimpinan Surya Paloh, di mana ia kembali menjabat sekretaris jenderal periode 2011–2013.
Perjalanan berlanjut pada 2013 ketika bersama Hary Tanoesoedibjo ia mendirikan Ormas Perindo yang menjadi cikal bakal Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Selama hampir satu dekade, Rofiq menjabat sekretaris jenderal Perindo dan berperan besar dalam membangun struktur organisasi serta jaringan kader hingga ke tingkat daerah.
Melalui pengalaman itu, Rofiq melihat sistem politik yang terlalu tersentralisasi berpotensi membuat daerah kehilangan peran strategis. Kesadaran tersebut mendorongnya keluar dari zona nyaman dan memulai lagi dari nol dengan mendirikan Partai Gema Bangsa, yang mengusung desentralisasi politik sebagai salah satu pilar utama.
Tak hanya di partai, pada Pemilihan Presiden 2019, Rofiq juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Di luar politik, Rofiq memiliki pengalaman di dunia bisnis. Ia memimpin PT Syahravaraz Trans Cargo dan menjabat Komisaris Independen PT MNC Sky Vision sejak 2014.
Selain itu, ia mengelola berbagai usaha di sektor transportasi, travel, dan media. Pengalaman bisnis ini memperkaya pandangannya tentang pengelolaan organisasi, manajemen sumber daya, serta pentingnya kemandirian ekonomi.