DAMASKUS – Eskalasi pertempuran antara tentara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi memicu gelombang pengungsian besar-besaran di Kota Aleppo.

Kawasan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh, yang mayoritas dihuni warga Kurdi, kini menjadi titik pusat bentrokan bersenjata yang pecah sejak Rabu (7/1).

Menanggapi situasi yang kian genting, otoritas Suriah secara resmi menetapkan kedua wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup.

Selain memberlakukan jam malam, pemerintah juga mengoperasikan koridor kemanusiaan guna mengevakuasi warga sipil yang terjebak di zona merah menuju tempat penampungan sementara.

Berdasarkan data yang dirilis Komite Respons Pusat Aleppo melalui Kantor Berita Arab Suriah (SANA), jumlah pengungsi terus membengkak hingga mencapai angka 142.000 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 orang dilaporkan baru tiba di posko evakuasi pada Kamis siang.

Pemerintah setempat sejauh ini telah menyiapkan 12 titik penampungan, dengan rincian 10 lokasi berada di dalam kota dan dua lainnya terletak di wilayah pinggiran, tepatnya di Azaz dan Afrin.

Namun, proses evakuasi dilaporkan sempat terhambat oleh serangan artileri di sekitar jalur penyelamatan.

“SDF menembaki lingkungan sekitar koridor kemanusiaan yang telah ditentukan dan lingkungan sipil di pusat Aleppo,” tulis komite tersebut sebagaimana dikutip dari Anadolu, Jumat (9/1).

Pihak komite juga mengecam keras aksi serangan yang menyasar rute evakuasi tersebut karena dianggap sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan konvensi internasional.”

Selain permukiman warga, serangan SDF dilaporkan meluas hingga merusak berbagai fasilitas publik, mulai dari gedung sekolah, pusat kesehatan, hingga sarana layanan umum lainnya.

Merespons hal tersebut, tentara Suriah melancarkan serangan balasan yang masif ke titik-titik pertahanan SDF di Aleppo sejak Kamis.

Tindakan balasan dari militer pemerintah tersebut dipicu oleh rentetan tembakan dari pihak SDF ke arah pusat kota yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Insiden tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya sembilan warga sipil dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *