Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sempat terkejut sekaligus geli saat menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Di sela pertemuan yang berlangsung santai di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (15/1/2026) sore, perhatian Teddy langsung tertuju pada ponsel yang digenggam Basuki.

Teddy pun langsung mengambil ponsel tersebut dari tangan Basuki. Basuki terlihat tertawa ringan sambil menyerahkan ponselnya tanpa protes. “Waduh ponsel-nya nih. Ini lihat dulu. Handphone masih sama,” ujar Teddy dalam akun IG Basuki, dikutip Jumat (16/1/2026).

Teddy kemudian mengungkap bahwa ponsel yang digunakan Basuki adalah merek Nokia keluaran tahun 1995. Ia memuji konsistensi Basuki yang tak pernah berganti ponsel sejak dulu, sekaligus panggilan akrab “Pak Bas” yang tetap melekat. “Nokia tahun 95. Beliau ini paling konsisten ponsel-nya dari dulu sama, panggilannya tetap sama,” ucap Teddy.

Kebiasaan Basuki menggunakan ponsel jadul ini bukan hal baru. Selama menjabat sebagai menteri di era Presiden Joko Widodo, ia sudah dikenal luas sebagai pengguna setia Nokia klasik. Basuki sendiri pernah mengonfirmasi hal tersebut saat menghadiri Podcast Sekretariat Kabinet RI pada 18 Maret 2022.

“Saya tahu power-nya digital equipment itu, tapi saya enggak terlalu hobi main itu. Jadi ponsel saya masih Nokia,” jelas Basuki sambil menunjukkan ponselnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI.

Ia menegaskan tidak memiliki smartphone pribadi. “Nokia aja (tidak punya smartphone), kalau yang WA ya (punya) ajudan, kalau saya hanya pegang ini,” tandasnya.

Menurut Basuki, ponsel Nokia yang digunakannya tergolong langka. “Tapi ini (Nokia) di seluruh dunia hanya dua orang yang pakai, saya dengan Perdana Menteri Belanda. Dua kali saya jemput beliau di Bandara Halim, yang pertama kali saya tanya, ‘Mana ponsel-mu?’,” terangnya.

“Dengan ini kan kita fokus telepon dan SMS, Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) selalu protes, tapi Bu Menteri Keuangan kalau saya SMS balasnya dengan SMS,” pungkas Basuki.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momen ringan, tetapi juga kesempatan Basuki melaporkan update pembangunan IKN serta membahas arahan strategis terkait proyek tersebut. Momen nostalgia ini justru menambah warna di tengah kesibukan urusan negara yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *