JAKARTA – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 12-13 Januari 2026 menjadi perhatian publik. Untuk pertama kalinya sejak dilantik, Presiden memilih menginap di kawasan tersebut setelah meresmikan sejumlah proyek di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kunjungan sekaligus menginap Presiden memiliki momentum yang sangat tepat. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Presiden masih memberikan perhatian besar terhadap IKN.
“Beliau menugaskan Pak Basuki dan timnya di sana, jadi wajar jika ditengok langsung. Kalau tidak, kasihan pekerja-pekerjanya,” ujar Hensa, sapaan akrabnya, saat diskusi di MNC Trijaya FM, Rabu (14/1/2026).
Ia juga menyoroti aspek strategis kunjungan tersebut, termasuk penggunaan helikopter dari Balikpapan yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit serta kondisi cuaca yang mendukung pendaratan di bandara baru IKN. Hal ini berhasil meredam berbagai spekulasi negatif di media sosial, termasuk plesetan singkatan “IKN” menjadi “Ibu Kota Nyerah”.
Hensa menambahkan, kunjungan ini sejalan dengan visi menjadikan IKN sebagai “ibu kota politik” pada 2028. Konsep tersebut memisahkan antara ibu kota negara, ibu kota pemerintahan, dan ibu kota politik.
“Bisa jadi yang ada di sana dulu kantor-kantor partai politik, DPR, dan lembaga terkait. Istana di IKN mungkin seperti Istana Cipanas atau Tampaksiring di Bali, digunakan secara situasional,” jelasnya.
Presiden Prabowo disebut tetap menghormati warisan pendahulunya dengan melanjutkan pembangunan IKN, meski dengan penyesuaian anggaran yang lebih efisien. Saat meninjau, Presiden sempat meminta evaluasi terkait desain dan fungsi bangunan agar lebih sesuai kebutuhan.
Gaya kunjungan Presiden Prabowo juga terlihat berbeda dibandingkan pendahulunya. Jika sebelumnya kerap melibatkan influencer, kali ini Presiden membawa langsung para menteri terkait seperti Menteri PUPR dan pejabat strategis lainnya, menekankan pendekatan kerja langsung.
“Ini bedanya Pak Prabowo sama Pak Jokowi. Ini kalau Pak Jokowi kunjungan kemarin, itu influencer pada ikut tuh. Tapi Pak Prabowo ke sana karena memang untuk kerja ya. Dia nggak pakai influencer, dia jalan aja. Yang dibawa justru menteri-menteri terkait kan. Ada Mas Pras, Mas Teddy, terus kemudian Menteri PUPR,” kata Hensa.
Di sisi lain, mulai muncul tanda-tanda aktivitas ekonomi di IKN, seperti kehadiran gerai retail besar termasuk kedai kopi internasional.
“Retail adalah tanda ekonomi kota mulai bergerak. Yang penting retail kecil untuk kebutuhan sehari-hari juga ikut tumbuh,” katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN dinilai memberikan sinyal positif bagi investor dan pekerja di lapangan bahwa proyek strategis nasional ini tetap menjadi prioritas, dengan target fungsi penuh sebagai ibu kota politik pada 2028.
“Jadi ya memang dengan kunjungan saat ini IKN menurut saya jadi strategis. Dan ya masyarakat akhirnya melihat bahwa presiden masih menaruh perhatian pada IKN,” tutup Hensa.