Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang, Apa yang Akan Dibahas?

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/12/2025), membahas penanganan dampak bencana di Sumatera dan kebijakan pemerintah menjelang akhir tahun. (Dok. Sekretariat Presiden RI)

Bogor, 6 Januari 2026 – Presiden Prabowo Subianto menggelar retret kabinet di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (6/1/2026). Acara ini dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga negara.

Retret tersebut menjadi ajang pengarahan langsung dari Prabowo kepada para pembantunya, sekaligus evaluasi program prioritas pemerintah setelah satu tahun berjalan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, salah satu fokus utama adalah percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

“Tentu masalah pemulihan (dibahas), percepatan rekonstruksi maupun rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana yang lalu. Kemudian juga sebagaimana kita ketahui juga ada beberapa bencana di tempat yang lain,” ujar Prasetyo sebelum retret.

Prabowo menekankan koordinasi kepada kementerian dan lembaga terkait, seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

“Penanganan bencana di Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara, kemudian juga di Kalimantan Selatan, di Balangan, dan di beberapa tempat lainnya,” ujar Prasetyo.

Mengantisipasi musim hujan, pembahasan juga mencakup langkah preventif.

“Memang karena ini masuk musim curah hujan tinggi, kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif,” ujar Prasetyo.

Selain penanganan bencana, retret turut menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan satu tahun sejak 6 Januari 2025.

Prabowo akan mengulas capaian hingga awal 2026, dengan harapan target 82,9 juta penerima manfaat tercapai tahun ini.

“Tentu saja dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu,” ujar Prasetyo.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan swasembada pangan setelah berhasil tidak mengimpor beras sepanjang 2025.

“Dan kita berharap hal ini juga tentunya bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan terjadi peningkatan dari sisi swasembada pangan,” ujar Prasetyo.

Tak kalah penting, percepatan swasembada energi menjadi agenda krusial, didorong oleh realisasi lifting minyak yang melampaui target APBN 2025.

“Tetapi juga sekali lagi, kita merasa perlu melakukan percepatan-percepatan untuk meningkatkan lagi dengan target dan tujuan kita jelas, kita ingin mewujudkan swasembada energi,” ujar Prasetyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *