BANDUNG — Tiga kandidat Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran memaparkan visi masa depan Fikom dalam forum FIKOM Unpad Connection yang diselenggarakan oleh IKA Fikom, Jumat (21/11).
Forum ini menjadi momentum penting untuk menggali arah baru dalam re-imajinasi Fikom Unpad sebagai fakultas komunikasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Calon dekan Nindi Aristi menyoroti persoalan persepsi dan tantangan zaman. Ia menekankan perlunya Fikom menjadi ruang kolaboratif dan pusat ide lintas sektor.
“Fikom harus menjadi ruang temu ide dari berbagai pihak yang berdampak bagi berbagai aspek,” ujarnya.
Sementara itu, Trie Damayanti menekankan pentingnya menjadikan Fikom sebagai rumah besar semua civitas akademika.
“Bagaimana menyatukan imajinasi semua keluarga besar Fikom Unpad. Menghubungkan satu sama lain, dan mampu bekerjsama antar semua dan menghubungkan fikom ini menjadi Best of School Communication yang berjejaring dan berdampak,” tuturnya.
Calon dekan lainnya, Herlina Agustin, menegaskan bahwa Fikom harus berorientasi pada tiga pilar utama: internasionalisasi, kolaborasi, dan Dana Abadi.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi menuju kampus berkelanjutan.
“Green Smart Campus dan kolaborasi Diaspora IKA Fikom Unpad di berbagai dunia Adalah keniscayaan membaca tantangan global, agar Unpad bisa meningkat di pemeringkatan internasional,” tegasnya.
Ketiga kandidat sepakat bahwa Dana Abadi merupakan isu strategis. Dana Abadi dinilai mampu membantu mahasiswa yang membutuhkan, mendukung riset berkelanjutan, serta menjaga daya saing fakultas di era disrupsi pendidikan.
Trie kembali menegaskan bahwa kurikulum dan riset adaptif menjadi kunci menghadapi tantangan masa depan.
“Penting mematangkan kurikulum dan riset agar adaptif terhadap isu-isu yang sedang berkembang. Visi ke depan Fikom harus menjadi fakultas yang inklusif, adaptif dan kolaboratif. Riset-riset yang berdampak dan sumber daya manusia yang siap adaptif terhadap kondisi-kondisi tertentu,” jelasnya.
Sementara Herlina menambahkan bahwa keberlanjutan harus menjadi perhatian utama.
“Fikom harus berkontribusi sebagai ahli komunikasi yang berkaitan dengan keberlanjutan. Dampak dari kurikulum Fikom harus menjadikan mahasiswa paham dan adaptif terkait isu-isu berkelanjutan,” paparnya.
Di akhir diskusi, para kandidat sepakat bahwa reputasi Fikom Unpad harus terus dijaga melalui berbagai terobosan akademik dan kolaborasi berkelanjutan.
“Yang harus disadari saat ini, Fikom Adalah bagian dari masyarakat dan dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Trie.