JAKARTA – Ekonom sekaligus analis pasar modal Ferry Latuhihin menilai proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sesuatu yang “tidak alami” dalam proses pembentukan kota.
Ia menyebut pembangunan kota baru di tengah hutan tanpa proses historis dan ekosistem pendukung adalah hal yang janggal.
Dalam podcast di YouTube Hendri Satrio Official, Ferry mengatakan kota seharusnya tumbuh melalui sejarah dan proses panjang, bukan muncul tiba-tiba karena kebijakan.
“Kalau IKN itu cerita yang berbeda. Kan lucu bagaimana tiba-tiba kota muncul dari dalam hutan, kan enggak ada,” ujarnya.
“Yang namanya kota itu tidak tiba-tiba muncul, karena kota itu adalah sejarah.” lanjutnya.

Ia mencontohkan Jakarta sebagai kota yang memiliki perjalanan historis sejak masa kolonial Belanda.
“Jakarta itu sudah jadi sejak zaman VOC, terus berkembang menjadi kota. Kota tidak bisa dibangun dalam satu malam, ini kayaknya kebanyakan nonton Abunawas.” kata Ferry.
Menurut Ferry, setiap kota terbentuk karena proses sejarah dan interaksi manusia yang menciptakan ekosistem ekonomi dan sosial.
“Suatu kota itu tidak bisa lepas dari ekosistemnya,” tegasnya.
Ia bahkan menyindir lokasi IKN yang jauh dari pusat kegiatan ekonomi membuatnya sulit berkembang secara alami.
“IKN jadiin tempat panti pijat saja, mungkin laris,” ujarnya dengan nada satir.
Ferry menambahkan, seandainya diminta pandangan sejumlah pihak soal IKN, ia mengaku tidak punya banyak saran yang bisa diberikan.
“Kalau dipanggil pemerintah pun, saya juga tidak bisa menyarankan apa-apa,” katanya.