JAKARTA – Ekonom sekaligus analis pasar modal Ferry Latuhihin menilai satu-satunya cara efektif mengangkat ekonomi Indonesia di era Presiden Prabowo Subianto adalah melalui pemotongan pajak secara masif sebagai bentuk stimulus fiskal.
Ia mendukung rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memangkas PPN menjadi 8 persen, sambil merekomendasikan penurunan pajak badan dan penghasilan hingga 10-15 persen untuk tingkatkan daya beli masyarakat dan daya saing usaha.
Dalam wawancara di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Ferry menjelaskan bahwa pemotongan PPN akan membuat harga barang lebih murah, sehingga merangsang konsumsi domestik yang sedang lesu dan bahkan ekspor untuk tambah devisa.
“Apa yang bagus memang itu yang dibutuhkan. Kalau PPN dipotong kan harga-harga lebih murah. Daya beli masyarakat jadi meningkat. Daya beli rakyat masyarakat kan sekarang lagi drop ya. Nah yang kedua, dengan barang yang lebih murah, mungkin ekspor bisa terstimulir. Sehingga datang devisa. Itu dari satu, PPN,” ujar Ferry.